Waduh! Selain UAS, Aktivis KAMI Juga Ditolak Masuk Singapura, Begini Pengakuannya

Waduh! Selain UAS, Aktivis KAMI Juga Ditolak Masuk Singapura, Begini Pengakuannya

IdnNews – Peristiwa : Selama lebih kurang dua jam, Anton Permana ditanya banyak hal, diperiksa tas, ambil KTP, termasuk ID Card jurnalis Majalah Forum. Kemudian petugas mengambil gambar semua dokumen tersebut. Begitu juga dengan handphone Anton Permana diminta petugas.

“Kemudian mereka bawa dan cek secara bersama semua isi galeri photo termasuk IG. Sempat terjadi ketegangan, karena saya menolak beri password HP, ” ungkap Anton.

“Daftar pertanyaan yang diajukan petugas adalah: Mau Kemana? Ada urusan apa? Bawa uang berapa? Berangkat dengan siapa? Kerja di mana? Apa nama perusahaan di Singapura? Menginap di hotel mana? Berapa lama di Singapura?” katanya.

Semua pertanyaan diatas, kata Anton, diajukan dalam Bahasa Inggris.

“Saya jawab semua sesuai fakta. Bahwa saya ikut bersama Bos yang juga Abang saya. Ada meeting besok jam 11.00 dengan Mr Chin terkait investasi Green Energy. Nama perusahaan di Singapura Ocean Energy Pte. LTD,” tambah Anton.

Lalu, Anton juga memberikan tempat hotel menginap, yaitu di Rockford Hotel Sentosa Resort. Lengkap dengan tanda bukti register hotel.

“Malah saya juga jelaskan, justru saya datang ke Singapura untuk kepentingan Singapura yang mau investasi di lahan Bos saya di Batam terkait Green Energy,” kata Anton.

Petugas imigrasi Singapura juga menanyakan kartu tanda Pers yang selalu dibawa Anton Permana. Yaitu ID card Majalah Forum.

“Saya juga jawab, selain bisnis saya juga penulis dan jurnalis,” ujar Anton lagi.

Barulah terakhir petugas Imigrasi tersebut memberikan pertanyaan paling inti, yaitu “Kenapa Anda di penjara?? “

“Nah ini dia. Akhirnya feeling saya benar. Ini terkait kasus saya di Indonesia yang sudah vonis 10 bulan. Lalu saya jelaskan tentang kasus hukum saya terkait profesi saya sebagai penulis dan pengamat,” papar Anton.